Home   Article   Petani Cilik

Petani Cilik

Indonesia berada di daerah Khatulistiwa, dengan anugerah sinar matahari yang melimpah, sehingga Indonesia merupakan tempat yang sangat baik untuk bercocok tanam. Tidak heran bila sejak dahulu kala, mata pencaharian utama penduduk Indonesia adalah bertani.

Di era milenial ini, Indonesia menghadapi tantangan dalam mempertahankan lahan untuk pertanian. Banyak lahan pertanian diubah menjadi perumahan, gedung-gedung bertingkat dan berbagai infrastruktur lain.

Tidak hanya itu, pergeseran mata pencaharian dari profesi petani menjadi profesi lain, seperti pedagang lebih diminati, sebab profesi lain lebih cepat menghasilkan uang dibanding petani.

Keprihatinan terhadap pergeseran ini, mendorong kemajuan teknologi dalam pertanian dengan cara yang lebih “Smart” yaitu dengan Hidroponik.

Hidroponik adalah kegiatan pertanian yang tidak menggunakan media tanah, melainkan dengan air. Hidroponik mampu mempergunakan lahan yang sempit untuk dapat tetap menghasilkan tanaman yang berkualitas tinggi dan berkuantitas sama seperti lahan luas.

Namun sosialisasi kegiatan Hidroponik masih dirasakan kurang, oleh karena itu SDK PENABUR Summarecon Bekasi ikut mendukung gerakan Hidroponik dengan memberikan sarana pelatihan kepada siswa-siswa. Dibantu oleh Bapak Ronny Tanumihardja, selaku konsultan dari Smart Hydroponik, maka pada tanggal 9 Oktober 2017, siswa dari kelas 1 sampai 4 melakukan kegiatan Hidroponik.

Kegiatan Hidroponik yang pertama adalah penyemaian bibit. Siswa membasahi rockwool, kemudian melubanginya dengan tusuk gigi, dan meletakkan  bibitnya ke dalam rockwool. Bibit yang disemai adalah selada hijau, selada merah, dan selada mentega.

Setelah itu, siswa memberi nama rockwool yang sudah ada bibitnya, dan meletakkannya di dalam baki.

Bibit yang sudah disemai, diletakkan di dalam ruangan selama 1 hari, keesokkan harinya bibit harus dijemur. Saat dijemur, dipastikan baki tempat semaian bibit dalam keadaan tergenang oleh air. Bibit tersebut tidak boleh sampai kehabisan air.

Setelah masa penjemuran (sekitar 1 sampai 2 minggu), tibalah masa pemindahan tanaman ke instalasi Hidroponik.

Pada tanggal 23 Oktober 2017, siswa kelas 1 sampai 4 SDK PENABUR Summarecon Bekasi, memindahkan hasil semaiannya ke dalam modul (peralatan) Hidroponik.

 

 

 

 

 

 

Siswa siswa sangat gembira dan antusias. Mereka bangga telah menjadi petani cilik.

Mereka akan menunggu panen sekitar 5 minggu dari waktu pemindahan.

 

 

Share