Home   Article   Kekuatan dari Kebiasaan yang Baik

Kekuatan dari Kebiasaan yang Baik

“Kekuatan Dari Kebiasaan Yang Baik.”

oleh Revy Halim

Pada setiap tahun baru, orang-orang cenderung memiliki yang namanya resolusi tahun baru. Orang-orang ingin mengubah suatu kebiasaan buruk di tahun lalu menjadi suatu kebiasaan yang baik. Mungkin ada yang ingin mulai rajin olahraga, atau mungkin ada yang ingin membiasakan diri membaca Alkitab setiap hari.

Namun, biasanya kebanyakan dari orang-orang yang membuat resolusi tahun baru ini hanya bertahan kurang dari satu bulan. Setelah beberapa minggu, mereka biasanya mulai capek dan berhenti berusaha mencapai tujuan mereka.

Lalu apakah yang harus kita lakukan agar kita tidak seperti mereka yang gagal menyelesaikan resolusi kita?

Kita harus memiliki kebiasaan yang baik

  • Hari esok sangatlah penting!
  • Kebiasaan yang kamu buat hari ini akan menentukan hari esok dari hidupmu!

“Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” (Galatia 6:7)

Tanam sesuatu yang baik ke dalam hidup kita hari ini, dan kita akan menuai sesuatu yang baik di masa depan. Tanam sesuatu yang buruk ke dalam hidup kita hari ini, dan kita akan menuai sesuatu yang buruk di masa depan.

Bagaimana caranya kita dapat mengalahkan kebiasaan-kebiasaan buruk kita dan memiliki kebiasaan-kebiasaan yang baik di dalam hidup?

Ada seorang pemuda bernama Tim. Tim tinggal dengan ayahnya dan adiknya di sebuah rumah kecil. Di dalam kesehariannya, Tim memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk seperti tidak mau belajar, dan gemar berpesta pora.

Pada suatu hari, ayahnya Tim meninggal karena serangan jantung. Sekarang Tim harus menjadi kepala keluarga yang menafkahi hidupnya dan hidup adiknya. Tim bingung akan apa yang harus dia lakukan. Waktu itu sekolah Tim sedang liburan panjang, Tim memutuskan untuk mencari sebuah pekerjaan.

Tim akhirnya mendapatkan pekerjaan menjadi tukang cuci piring di sebuah restoran pada malam hari. Pada mulanya Tim merasa capek dengan pekerjaan ini. Waktu yang biasa dia gunakan untuk bermain dan bermalas-malasan dengan teman-temannya kini harus dia gunakan untuk bekerja. Namun setelah satu bulan, pekerjaan ini telah menjadi sebuah kebiasaan di dalam hidup Tim. Lama-kelamaan mencuci piring menjadi sesuatu yang terasa mudah baginya dan tidak menguras banyak tenaga, dia sudah menjadi terbiasa.

Singkat cerita, tahun ajaran baru di sekolah sudah dimulai. Tim memiliki tekad untuk belajar dengan sungguh-sungguh karena dia ingin mendapatkan beasiswa. Maka Tim membiasakan diri untuk belajar dua jam setiap siang. Pada awalnya, rasanya sangatlah sulit bagi Tim untuk membiasakan diri konsentrasi belajar setiap hari. Tetapi setelah beberapa minggu, Tim mulai terbiasa, dan belajar pun akhinrya menjadi sebuah kebiasaan di dalam hidup Tim. Akhirnya Tim berhasil lulus dengan nilai yang baik dan mendapatkan beasiswa.

Jadi sekarang Tim memiliki dua kebiasaan yang baik yang dia lakukan di dalam keseharian hidupnya: Bekerja pada malam hari dan belajar pada siang hari.

Tim lalu ingin mencoba sebuah hobby yang dapat menghasilkan.  Tim mencoba untuk membuat sebuah blog. Tim mendedikasikan satu jam setiap malam setelah dia pulang bekerja untuk menulis di blog miliknya. Dalam beberapa tahun, Tim berhasil mendapatkan ribuan pembaca setia pada blognya, dan dia berhasil mendapatkan penghasilan dari blognya.

Akhirnya Tim berhasil bertahan melewati masa-masa sulitnya—dia berhasil membiayai adiknya dan dia akhirnya menjadi seorang penulis terkenal yang sukses. Namun apa kunci dari keberhasilan Tim ini?

Jawabannya adalah: Selama bertahun-tahun, Tim berhasil menjalankan hidupnya dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Dia belajar di siang hari, dia kerja sambilan di malam hari, dan dia menulis blog sebelum tidur. Tim berhasil mengatakan tidak pada kebiasaan-kebiasaan buruknya di masa lalu dan menggantikannya dengan kebiasaan-kebiasaan baik yang baru.

Mungkin ada yang mengatakan, “hidup Tim terlihat tidak menyenangkan sekali.” Sesungguhnya, kita seringkali berpikir seperti itu karena kita tidak pernah membuat hal-hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan di dalam hidup kita. Jika hal-hal yang kita anggap berat tersebut telah menjadi suatu kebiasaan di dalam hidup kita, tentunya hal-hal tersebut tidak akan terlihat seberat sebelumnya.

Kuncinya adalah dua hal ini:

  • Memiliki sebuah alasan yang kuat mengapa kita harus mengganti kebiasaan-kebiasaan buruk dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang baik.
  • Jangan langsung mencoba untuk membuat banyak kebiasaan yang baik pada waktu yang bersamaan. Coba buatlah kebiasaan baik satu per satu. Gantikanlah satu buah kebiasaan buruk dengan satu buah kebiasaan yang baik. Lakukanlah dengan bertahap seperti yang Tim lakukan.

 

Konklusi Akhir

Orang-orang seringkali berpikir keberhasilan seseorang ditentukan oleh sebuah pilihan besar yang seseorang buat sekali di dalam hidupnya; tetapi sesungguhnya, keberhasilan seseorang ditentukan oleh puluhan ribu pilihan-pilihan kecil yang dia buat selama hidupnya.

“You’ll never change your life until you change something you do daily. The secret of your success is found in your daily routine” – John C. Maxwell

 

Share