Home   Extracurricular Activities   Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia – Science Club

Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia – Science Club

Tidak ada percobaan yang tidak menyenangkan di Science Club.

Kali ini, siswa Science Club belajar tentang Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia.

Siswa Science Club membuat teh manis, dengan mengamati larutan gula dan larutan teh, lalu menentukan mana yang termasuk perubahan Fisika dan mana yang perubahan kimia.

Setelah mengamati perubahannya, kemudian mencicipi teh manisnya, enaak sekali..

Setelah teh manis,siswa Science Club membuat roti panggang isi coklat meses.

Roti panggang tanpa mentega ternyata berbeda dengan roti panggang yang diberi mentega.

Siswa  menjelaskan perbedaan tersebut, baik dalam rasa maupun tekstur rotinya.

Siswa juga mengamati perubahan mentega yang dipanggang diatas wajan, begitu pula perubahan coklat meses.

Siswa menjelaskan bagian perubahan fisika dan kimia dalam pembuatan roti panggang.

Setelah itu, siswa menikmati enaknya makan roti panggang coklat.

Berikut dasar materinya :

PERUBAHAN FISIKA DAN KIMIA

PERUBAHAN FISIKA

Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh Perubahan Fisika dan Kimia. Perubahan Fisika adalah perubahan zat yang tidak menghasilkan zat baru dan bersifat sementara. Contoh: es mencair, lilin meleleh, pelarutan gula dalam air, dan lain-lain.

Ciri-Ciri Perubahan Fisika:
– Perubahan zat hanya terjadi pada wujudnya, tetapi tidak pada sifatnya
– Zat hasil perubahan fisika dapat dikembalikan ke bentuk semula
– Sifat zat yang dimiliki sebelum dan sesudah perubahan sama.

Macam-Macam Perubahan Fisika
1. Perubahan Fisika yang berupa perubahan wujud zat.
Perubahan wujud zat karena pengaruh perubahan suhu/temperatur lingkungan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Keterangan:
1. Mencair, contoh: es mencair dan lilin meleleh
2. Membeku, contoh: air menjadi es dan cairan logam yang membeku
3. Mengembun, contoh: uap menjadi air, terjadinya embun pada pagi hari
4. Menguap, contoh: air yang dipanaskan diatas kompor lambat laun akan menguap
5. Menyublim, contoh: kapur barus padat berubah menjadi gas
6. Menyublim/deposisi/Menghablur, contoh: gas dari kapur barus dapat dipadatkan lagi dengan metode kristalisasi

2. Perubahan Fisika yang berupa perubahan ukuran suatu zat.
Materi yang berukuran besar dapat diperkecil dengan cara mekanik, seperti dipecah, dipotong, digiling, dll. Contoh: biji kopi ditumbuk menjadi serbuk kopi dan beras ditumbuk menjadi tepung beras.

3. Perubahan Fisika yang berupa perubahan volume

Perubahan volume yang disebabkan oleh penyusutan materi karena didinginkan atau pemuaian materi karena dipanaskan. Contoh: proses pemuaian rel kereta api di siang hari karena panas dan penyusutan karena dingin.

4. Perubahan Fisika yang berupa perubahan bentuk zat.
Perubahan bentuk materi dapat terjadi jika dipukul, diremas, atau menggunakan

alat bantu seperti mesin. Contoh: kayu yang berasal dari pohon dapat diubah bentuknya menjadi meja, kursi dan lemari dengan menggunakan alat seperti pahat,

gergaji  atau palu, Tanah liat dapat diubah menjadi hiasan didalam rumah, seperti guci, vas bunga, dll.
PERUBAHAN KIMIA
Perubahan Kimia adalah perubahan suatu zat yang terjadi karena reaksi kimia sehingga menghasilkan suatu zat baru. Contoh: kertas dibakar menjadi abu, peristiwa perkaratan besi, dll.

Ciri-Ciri Perubahan Kimia
– Terjadi perubahan susunan molekul
– Terbentuk zat baru dengan sifat zat yang berbeda dengan sifat penyusunnya
– Perubahan zat bersifat irreversibel (tidak dapat kembali ke bentuk semula).

Macam-Macam Perubahan Kimia
1. Perubahan kimia yang menghasilkan perubahan suhu
Proses Perubahan suhu dibagi menjadi dua, yaitu:
– Reaksi Eksoterm, yaitu reaksi kimia yang menghasilkan energi panas (kalor) sehingga meningkatkan suhu lingkungan. Contoh: proses pembakaran petasan, pembuatan api unggun
– Reaksi endoterm, yaitu reaksi kimia yang memerlukan (menyerap) energi panas sehingga menimbulkan efek dingin pada lingkungan. Contoh: garam dapur (NaCl) yang dilarutkan dalam air.

2. Perubahan Kimia yang menghasilkan perubahan warna
Terjadinya perbedaan warna antara sebelum dan sesudah reaksi pada zat-zat yang bereaksi juga menunjukan adanya perubahan kimia. Contoh: perubahan warna pada kertas lakmus, kertas lakmus biru saat dicelupkan ke larutan asam akan berubah menjadi merah, sedangkan kertas lakmus merah saat dicelupkan ke dalam larutan basa akan berubah menjadi biru.

3. Perubahan kimia yang dapat menghasilkan gas
Terbentuknya gas pada proses reaksi adalah salah satu indikator perubahan kimia. Contoh: logam seng (Zn) yang direaksikan dengan larutan asam sulfat (H2SO4) akan terbentuk seng sulfat (ZnSO4) dan sejumlah gelembung-gelembung gas hidrogen.

4. Perubahan kimia yang dapat menghasilkan endapan
produk dari zat-zat yang bereaksi jik terbentuk endapan maka termasuk perubahan kimia. Contoh: perak nitrat (AgNO3) dicampur dengan natrium klorida (NaCl) menghasilkan natrium nitrat (NaNO3) dan endapan berwarna putih perak klorida (AgCl).

 

Share